Saturday, October 18, 2014
ROTI (BUY); Gerobak Roti Kembali Ke Jalan
ROTI pada penutupan hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014 ditutup menguat ke 1140 (+50 point). Jika dilihat dari awal minggu (Senin sebelumnya) saham ini terus bergerak naik secara perlahan, seolah-olah ingin menghindari pengamatan dari para trader.
Saham ini telah mengalami fase bearish sejak awal Juli 2014, dan kelihatannya pada minggu ini mulai mencoba berbalik arah ke fase bullish. Jika dilihat dari laporan kuartal II 2014 tidak ada masalah disisi fundamentalnya sehingga penurunan yang terjadi selama ini hanya sebagai ulah para bandar yang ingin mencari harga murah.
So, penulis merekomendasikan saham ini dengan target 1425 (kemungkinan akan tercapai pada bulan Maret - Mei 2015) yang merupakan fibonacci 100%.
Disclaimer On
Friday, October 17, 2014
BBRI (BUY)
BBRI pada penutupan hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014 ditutup naik ke 10700 (+475point). Untuk saham ini penulis merekomendasi BELI dengan target 11175. dan untuk level stoploss apabila saham ini turun sampai kebawah 10000.
Dislclaimer on
IHSG; Akankah Fase Bearish Sudah Berakhir?
IHSG pada hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014 ditutup menguat cukup signifikan di 5028 (+77point), kalau dilihat kenaikan yang cukup fantastis ini bisa menjadi petanda bursa mulai kembali pulih. Akan tetapi ada beberapa pandangan penulis yang bisa menjadi pertimbangan :
1. Jika diperhatikan penutupannya tidak mampu menembus diatas 5048, yang mana 5048 merupakan level resisten penulis pribadi. Maka kenaikannya ini masih perlu menunggu kejelasannya lagi pada minggu depan.
2. Penulis juga punya pandangan lainnya, sinyal lain pertanda market mulai berbalik arah dari bearish ke bullish adalah saham sektor perbankan dan kontruksi mulai bergerak naik. Dan ternyata pada penutupan hari ini, saham ke-2 sektor tersebut mengkonfirmasi kembali menuju bullish.
So, saya pikir kita disini buka membeli IHSG, tapi membeli saham yang ada di IHSG. Maka penulis mempersilakan untuk kembali masuk bursa dengan catatan menggunakan 1/2 asset sambil menunggu IHSG pada minggu depan mampu berada diatas level 5048.
Disclaimer on
Sunday, October 5, 2014
Mengukur Level Penurunan IHSG
Akhirnya IHSG minggu lalu melakukan aksi jual besar-besaran, sehingga pada hari Jumat tanggal 03 Oktober 2014 ditutup di 4949. Sesuai dengan analisa saya sebelumnya di IHSG (SELL); Saatnya Duduk Dipinggir Lapangan, saya mencoba mencari sampai level kisaran berapakah IHSG turun.
Untuk Support I saya melihat IHSG ada di 4737 yang merupakan rata-rata pergerakan IHSG di Bulan Maret 2014, dan apabila jebol, maka untuk Support II IHSG ada di 4510 yang merupakan rata-rata pergerakan IHSG di Bulan Februari 2014. Kemudian penulis melihat tekanan ini akan terus berlanjut sampai minggu III Oktober, karena mulai akhir bulan Oktober laporan keuangan kuartal III emiten sudah mulai di release. Sehingga itu bisa menjadi suatu katalis yang bisa membuat IHSG rebound dari fase bearish ke fase bullish.
Well, prediksi yang penulis buat diatas hanyalah hasil dari buah pemikiran penulis saja, karena penulis juga hanya pemain kecil. Selama sang Bandar "Big Player" masih terus memberikan tekanan jual, kita hanya bisa pasrah menunggu di pinggir lapangan sambil menikmati minuman es tebu.
Disclaimer On
Saturday, September 13, 2014
IHSG (SELL); Saatnya Duduk Dipinggir Lapangan
IHSG seminggu lalu terus mengalami gempuran yang menyebabkan IHSG turun dari 5241 (pada hari Senin 08 September 2014) ke 5143 pada penutupan hari Jumat tanggal 12 September 2014. Jika dilihat dari chart bahwa IHSG saat ini berada dibawah MA 34 yang memberikan sinyal untuk minggu depan bahwa IHSG akan kembali mengalami penurunan / fase Bearish. Penulis juga memiliki tolak ukur pergerakan IHSG adalah sama dengan pergerakan saham BBRI, seminggu ini saham ini juga bergerak turun dan telah jebol level stoploss di 10700 lihat artikel BBRI (BUY) tanggal 24 Agustus 2014 sehingga penulis merubah rekomen saham BBRI menjadi SELL.
Penulis merekomendasikan SELL dan menunggu dipinggir lapangan sambil melihat sampai kapankah kondisi ini berakhir. Mungkin ada pandangan bahwa inilah saatnya beli saham dengan teori "BUY LOW SELL HIGH", tapi ada yang hendak penulis tekankan : "Bahwa suatu saham bergerak naik tidak memiliki langit dan turun tidak memiliki dasar". Penulis lebih senang melakukan aksi Beli ketika saham mulai bergerak menembus resisten ataupun Jual ketika jebol support; "Buy On Break Sell On Break".
Bahkan sering penulis mengobrol dengan rekan-rekan lainnya, dimana mereka mengatakan seperti ini "Untuk apa sahamnya dijual, nantikan naik kembali", Baiklah coba anda bayangkan saham BUMI yang dulunya di harga Rp.8.000,- sekarang jadi dibawah Rp.200, bisakah pendapat diatas kita gunakan dan benar? Sadarilah bahwa uang yang anda gunakan adalah uang asli, bukan uang monopoli, dan tidak selamanya anda bisa benar di bursa, karena yang benar itu adalah bursa; "Market Always Rights".
Disclaimer On
Sunday, August 24, 2014
ICBP (SELL)
ICBP pada rekomendasi penulis terdahulu dimana penulis merekomendasikan BUY, ternyata pada minggu lalu pergerakan saham ini malah berbalik arah menjadi melemah. Dimana pada penutupan hari Jumat tanggal 22 Agustus 2014 kembali turun 150point menjadi 10100.
Saham ini akhirnya diperdagangkan dibawah MA200 dan MA 34, sehingga penulis merekomendasikan SELL. Penulis merekomendasikan beli apabila saham ini dapat kembali menguat minimal ke harga 10550.
Disclaimer on
BBRI (BUY)
BBRI pada rekomen saya terdahulu per tanggal 10 Agustus 2014 dimana saya merekomendasikan jual, ternyata pada minggu lalu saham ini secara perlahan berbalik arah kembali menguat dan pada hari Jumat tanggal 22 Agustus 2014 ditutup menguat 75 point ke 11275.
Penulis merubah rekomendasinya dari SELL menjadi BUY atas saham ini dimana posisi beli dikisaran 11125-11275, dengan target price di 11950. Sedangkan untuk level stoploss di 10700. Bagi para traders yang menjual tidak menunggu hingga di target price-nya, boleh melakukan penjualan di 11550.
Disclaimer on
Subscribe to:
Posts (Atom)